Sebuah Pekerjaan Harapan: Dosen

Ada banyak sekali jenis pekerjaan di dunia ini. Mulai dari pekerjaan kasar. Mulai dari pekerjaan kasar, sampai pekerjaan yang halus. Mulai dari bekerja di jalanan, sampai bekerja di pinggir pantai. Ada banyak sekali pekerjaan yang membuat kehidupan berjalan semakin baik untuk sesamanya.

Kebutuhan lapangan kerjapun semakin kompetitif seiring berkembangnya perumahan-perumahan baru di pinggir kota. Komunitas masyarakat baru, kebutuhan kebahagiaan baru. Teriakan baru untuk kehidupan yang baru pula. Diiringi dengan dibangunnya sistem masyarakat baru, dimana mengerti orang lain adalah sebuah keniscayaan untuk sekedar bertanya nama. Itulah yang terjadi di kota-kota besar. Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Makkasar, dan kota besar lain.

Kehidupan akan terus memberikan dinamika dalam pekerjaan. Termasuk pekerjaan tentunya. Mereka yang memilih untuk membangun rumah, maka akan teruwujud, dan berujung sepi ketika orang-orang sudah selesai dengan rumahnya. Rumah selesai, maka gedung-gedung fasilitas umum dibuat. Gedung selesai, maka infrastruktur di gali untuk mendapatkan kemudahan dalam kehidupan. Semua berkaitan bukan?

Begitupun produksi pemikiran manusia di dunia. Disokong oleh para guru yang berpendidikan, pendidikan formal maupun pendidikan kehidupan. Tentu saja, pepatah, guru yang (hampir) benar adalah mereka yang mengorbankan waktunya untuk ditukar dengan masa depan anak-anak muda. Tanpa memperhatikan materi, berharap terus memberi, tapi (hampir) tak pernah berharap untuk kembali. Kecuali gapok+tunjangan+gaji ke 17, eh 13. Maap.

Akhirnya, jalan inilah yang saya tempuh untuk mendapatkan keniscayaan dalam kehidupan. Kefanaan batin untuk mencapai taqwa kepada sang Pencipta. Jakarta, dengan segala kesempatan kerjanya, akan sangat mudah untuk mendapatkan uang 15 juta per minggu untuk lulusan S2. Bukankah menarik untuk menjadi prefesional?

Setidaknya, dosen, apabila memiliki minat dan keinginan untuk memenuhi Tri Dharma Perguruan Tinggi, maka akan sangat hidup, bagaikan air yang mengalir. Tinggal kita menentukan sungai mana yang akan menjadi track yang akan dituju. Itulah peran untuk membentuk pilihan.

Harapan itu datang seiring dengan doa orang tua yang menginginkan anaknya menjadi dosen.

Advertisements

One thought on “Sebuah Pekerjaan Harapan: Dosen

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: