Mengendap Dalam Diri: Bildung, Konsep dari Gadamer

Pembacaan tentang diri dan pemahaman di dalamnya merupakan konstruksi yang telah ada dan dibentuk dalam konstruksi berifkir tentang manusia itu sendiri. Dibentuk oleh lingkungan dan membentuk dirinya. Hermeneutik Filsafat dari Gadamer memberikan pemahaman tentang bagaimana setiap apa yang ada dalam diri manusia terbentuk oleh manusia itu sendiri.

Bentuk manusia juga akan diberlakukan untuk mereka yang telah belajar tentang kehidupan. Tentang bagaimana mereka menjalani kehidupan dan akhirnya memahami bahwa dunia tidak sesempit kelihatannya. Bildug dari konsep Gadamer yang merupakan pengejawantahan manusia itu sendiri memberikan pandangan baru terhadap filsafat kehidupan dan penafsiran.

Bentuk manusia juga akan diberlakukan untuk mereka yang telah belajar tentang kehidupan. Tentang bagaimana mereka menjalani kehidupan dan akhirnya memahami bahwa dunia tidak sesempit kelihatannya. Bildung dari konsep Gadamer yang merupakan pengejawantahan manusia itu sendiri memberikan pandangan baru terhadap filsafat kehidupan dan penafsiran.

Pertama (1) konsep  [“Bildung“] adalah sebuah kata yang mengalami proses panjang semenjak Yunani Kuna, dipakai dalam istilah yang berbeda namun memiliki makna yang mendekati sama.  [“Bildung“] dapat dipahami sebagai menunjukkan perubahan intelektual mendalam di era pencerahan, dan pemikiran kekinian. [“Bildung“] adalah unsur-unsur seni, sejarah,  keratif, weltanschauung, pengalaman, jenius, dunia eksternal, interioritas, ekspresi, gaya, simbol, yang digambarkan sebagai kekayaan sejarah umat manusia universal atau ilmu humaniora.

Kedua (2) konsep  [“Bildung“] adalah ide lebih awal dari bentuk alamiah (nature) yang merujuk pada penampakan eksternal (rupa figure) bentuk badan yang baik secara umum dibentuk diciptakan dari alam. Artinya [“Bildung“] adalah keterhubungan dengan physis  (fisik) rupa yang dari daya asalinya sesuai kodratnya pada kebaikkan. Kondisi (nature) ini selalu dihubungkan dengan kebudayaan manusia pada cara manusia tubuh dan berkembang sesuai bakat, dan kemampuannya.

Ketiga  (3) konsep  [“Bildung“] adalah berasal secara episteme pada pemikiran Kant,  Hegel, Humboldt,  Herder. Kant, tidak menyebut [“Bildung“] tetapi kebudayaan dan bakat alam, wujud kekebasan (otonomi) subjek dalam tindakan, dan tidak boleh membiarkan bakat tidak terpelihara. Sementara Hegel tidak menggunakan kata [“Bildung“], tetapi sebagai “sichbilden (mendidik dan memelihara diri). Humboldt mendekteksi perbedaan antara [“Kultur“], dan [“Bildung“]. Kata [“Bildung“] oleh Humboldt dimaknai sebagai  sikap pikiran dari pengetahuan dan perasaan intelektual total dan usaha moral,  mengalir secara jernih kedalam kepekaan dan karakter.

Kempat (4) konsep  [“Bildung“] wujud dalam tradisi mistik Kuna, pada perjumpaan dan pembawaan jiwa (Geist)  manusia  membawa cintra Tuhan setalah dia (manusia) dibentuk dan harus menanamkan dalam dirinya. Dalam filologi Latin kata [“Bildung“] adalah “formatio” atau berarti bentuk atau pembentukan. Dalam filologi Jerman kata ini menjadi “forma” atau “formation“, atau “formmietung” yang telah lama ada bersaing dengan kata [“Bildung“]. Tetapi yang menang adalah [“Bildung“] bukan [“Forma“]. Karena dalam [“Bildung“] adalah “Bild“.

Ide kata [“Forma“] tidak memiliki makna metafisis dibandingkan “Bild“, bisa bermakna hanya sebagai citra, turunan, model, atau nachbild atau vorbild. Artinya kata [“Bildung“] tidak dapat dilakukan dengan kemampuan teknis bukan [“forma“] semata, tetapi [“Bildung“] tumbuh dari proses pembentukan dan penanaman batiniah maka selalu ada secara berkesinambungan.

Kelima  (5) konsep  [“Bildung“] adalah physis seperti alam, yang tidak punya tujuan diluar dirinya. Kata [“Bildungsziel“] berarti tujuan penanaman, tidak bisa menjadi tujuan, dan tidak bisa dicari kecuali dalam tematik seorang pendidik. [“Bildung“] adalah konsep pemeliharan bakat bakat tertentu. 

Pemeliharaan bakat [“Bildung“] adalah pengembangan terhadap sesuatu yang sudah ada, sehingga praktik dan pemeliharannnya merupakan sarana mencapai tujuan, dengan target kemampuan linguistic seseorang, dan menjadi dirinya sendiri (otonom). Tidak ada yang hilang dalam [“Bildung“] hanya merawat, memelihara,  dan sebagai unsur penting dalam bidang humaniora.

https://www.kompasiana.com/balawadayu/5b3bc3ecdd0fa828fc6e4ba2/gadamer-bildung-pada-kebenaran-dan-metode-4?page=all

Pada dasarnya Bildung akhirnya membentuk orang untuk melakukan sesuatu bertindak sesuatu, dan memikirkan sesuatu yang berasal dari pengalaman manusianya. Tentang masa lalu, masa depan dan konstruksi kehidupan yang memberikan kehidupan yang baik untuk masa depannya.

Bisa bilang Bildung membuat orang mampu menghadapi dunia duengan berbagai penafsiran di dalamnya, membentuk Bildug dalam diri manusia akan mengahasilkan manusia yang autentik diantara eksistensi semu dalam dunia kesehariannya. Bentuknya yang sangat lama dibuat, memberikan dasar yang kuat untuk menjadikan pemikiran tentang diri yang kokoh.

Bisa dipahami pula, dengan Bildung, seseorang mampu memberikan dirinya untuk dunia, membentuk orang-orang sekitarnya, dan membuatnya bersikap menjadi lebih baik kedepan.

One thought on “Mengendap Dalam Diri: Bildung, Konsep dari Gadamer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s